Thursday, November 8, 2012

Jika Aku Ketua KPK.


SAAT ini permasalahan korupsi, sudah menjadi rahasia umum. Bahkan Korupsi sudah menjadi tindakkan yang sudah membudidaya di Negara ku yang tercinta ini.

Korupsi bagi ku sama dengan berbohong, dan dari kecil kita sudah diajarkan berbohong sama orang tua kita. Seperti Iklan KPK yang sering dilihat di televisi belakangan hari ini, dimana seorang anak dari kecil sudah berbohong, sekolah dia  mencontek, dewasa ia selingkuh dan besar ia korupsi.

Dari tampilan iklan tersebut, sudah dapat tergambarkan korupsi itu sudah menjadi membudaya di negara kita ini.

lalu, bagaimana aku membumi hanguskan, korupsi yang sudah menjadi budaya bagi warga kita, selain memberikan pendidikan dini bagi anak-anak, juga melakukan pendidikan kepada orang tuanya juga, seperti yang saat ini dilakukan KPK dengan berusaha memasukkan kurikulum tentang korupsi ke pelajaran Sekolah Dasar.

NAmun aku yakin, itu tidak akan berjalan yang seperti diinginkan. Yang pasti, akan jauh dari yang diharapkan meski cukup membantu.

Selain itu, aku akan membentuk agen khusus yang tidak diketahui oleh pemerintah bahkan presiden sendiri. Seperti sekuel Film James Bond 007 Quantum of Solace yang di bintangi Daniel Craig.

DImana dalam film tersebut, agen tersebut berusaha menggagalkan pengulingan pemerinbtah columbia dari jendral yang korup.

itu dia sekilas tentang film tersebut, nah Agen yang akan ku bentuk atau aku juga akan turun langsung menjadi agen tersebut akan menyelidiki langsung kasus korupsi yang ada dipemerintahan ini, bahkan akan menyelidiki sang Presiden yang memimpin bangsa ini, yang saat ini terkesna diam dan melindungi para koruptur dan KPK Sendiri tak berani menyentuh Istana negara yang mungkin didalamnya banyak korupsi.

Dengan dilakukan penyelidikkan korupsi di Istana, dan memberikan hukuman bagi petinggi negara yang saat ini seakan kebal hukum, mungkin akan memberikan efek jera kepada para koruptur.

Dimana para koruptur, akan berfikir yang besar saja aku berani membumi hanguskannya,apa lagi yang kecil.

Selain itu, permasalahan pemandangan hukum juga menjadi permasalahan yang sering dihadapi KPK dalam memberantas korupsi. Seperti Kasus dugaan korupsi satu walikota yang ada di Sumut maaf tak usah kusebutkan entar jadi tuduhan pencemana nama baik, diamana adanya beda tafsir antara polisi dan kejaksaan dalam kasus tersebut, diamana KEjati Sumut saat itu menetapkan beliau sebagai tersangka sedangkan Polda Sumut menetapkan beliau sebagai saksi, meski akhirnya pihak kejati melakukan SP3 terhadap Walikota tersebut.

Tentunya aku sebagai ketua KPK, juga akan memikirkan permaslahaan itu, karena para Koruptor, selalu mempunyai becking orang-orang hebat.

NAh agen yang kubentuk tersebut, harus bisa berjalan dan mengambil langkah tegas diatas perdebatan permasalahan hukum tersebut. Selain itu, agen tersebut bisa juga mengambil langkah yang tegas terhadap becking-becking para koruptor tersebut seperti James Bond yang ku bilang diatas, jika dia harus membunuh yang bunuh, tapi lebih prioritaskan menangkap para koruptor tersebut.

Selain itu, setelah koruptor tersebut ketangkap, maka pastinya penjara yang ku buat harus seram, bahkan lebih seram dari penjara Guantanamo. Jangan seperti sekarang, sel tahanan KPK seperti hotel kelas melati yang ada di Medan, diamana ada springbed, Ac, Wc yang mewah. Nah kalau penjara seperti itu, kapan ada efek jera dari para koruptor tersebut.

Kalau nantinya, mereka protes dan mengatakan mereka punya hak mendapatkan sel lebih baik. Maka akan aku paparkan bagaimana maling ayam  yang berada dipenjara, didalam selnya disitu dia tidur, makan  dan disitu juga WCnya.

Nah saya akan katakan, mereka juga mempunyai Hak. jadi jangan ada kata Hak asasi manusia, bila memberikan sel alakadarnya tersebut kepada para koruptor.

Kalau maling ayam, hanya satu orang yang dirugikan, nah mereka menempati sel alakadarnya. Nah koruptor banyak yang dirugikannya, maka tidak ada alasan mereka mendapat sel tahanan, seperti Hotel kelas melati yang ada di Medan.

Selain itu, bersama Stake Holder atau DPR, mengajukan revisi UU KPK untuk penguatan KPK, dan tidak ada lagi kata ad hoc seperti yang kemarin ramai diperbincangkan. Dengan kata awamnya KPK di lemahkan, KPK tidak bisa lemah, dan harus Kuat amakanya perlu UU kewenangan KPK yang kuat dan para anggota dewan yang ada di Senayan tidak usah berdalih membuat UU untuk pelemahan KPK.

Selain itu, yang pasti hukuman bagi para koruptor seperti hukuman mati hingga memiskinkan para koruptor tersebut. Memang dalam KUHP Indonesia membatasi kemungkinan dijatuhkannya pidana mati atas beberapa kejahatan yang berat-berat saja.

Diaman Yang dimaksudkan dengan kejahatan-kejahatan yang berat tersebut:

1. Pasal104 (makar terhadap presiden dan wakil presiden)
2. Pasal 111 ayat 2 (membujuk negara asing untuk bermusuhan atau berperang, jika  permusuhan itu dilakukan atau jadi perang)
3. Pasal 124 ayat 3 (membantu musuh waktu perang)
4. Pasal 140 aY3t 3 (makar terhadap raja atau kepala negara-negara sahabat yang direncanakan dan berakibat maut)
5. Pasal 340 (pembunuhan berencana)
6. Pasal 365 ayat 4 (pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan luka berat atau mati)
7. Pasal 368 ayat 2 (pemerasan dengan kekerasan yang mengakibatkan luka berat atau mati)
8. Pasal444 (pembajakan di laut, pesisirdan sungai yang mengakibatkan kematian)

Nah sayangnya, dalam KUHP tersebut tidak ada UU yang mendukung adanya Hukuman Mati bagi para koruptor, padahal itu sebuah kejahatan terencana dan merugikan orang banyak. Maka saya akan mengajukan ke DPR tentang hukuman mati tersebut.

Kalaulah, pengajuan tersebut ditolak, maka pastinya pemberantasan korupsi tidak akan pernah habis dan akan terus berakar mungkin sampi ke anak dari cicit-cit saya.

Intinya, yang akan di buat, bila aku jadi ketua KPK;

1. Membentuk Agen Khusus, tanpa di ketahui pemerintah bahkan presiden.
2.Membangun sel Yang seram bagi para Koruptor
3. Mengajukan Revisi UU Penguatan KPK
4. Pengajuan Hukuman mati bagi para KOruptor.

NAh itu yang ku lakukan, aku tidak berharap membuat sejarah di Indonesia yang tercinta ini, yang aku mau pembersihan sapu jagat untuk negara ku yang tercinta ini, jika pun aku mati tidak usah di kenang, tapi warisilah apa yang telah ku buat. :)

Saturday, November 20, 2010

Polsek Hamparan Perak Bekok, Dua Bajing Loncat

HAMPARAN PERAK- Polsek hamparan perak membenarkan penangkapan yang dilakukan pihaknya terhadap pencuri  spesialis bajing loncat yang belakangan ini marak terjadi di kawasan hamparan perak dan belawan, jumat (.19/11).

Kapolsek Hamparan Perak, Kompol Murdani melalui Kanit reskrim Polsek Hamparan Perak, Iptu Irsol menghatakan berhasil meringkus 2 orang tersangka spesialis bajing loncat di kawasan pasar 13 Desa Bulu Cina Kecamatan Marelan.

"Pihaknya akan terus melakukan pengembangan atas kasus pencurian spesialis bajing loncat tersebut.”ujarnya, sabtu (20/11).

Dari informasi yang di himpun wartawan Koran ini di lapangan kedua tersangka yang berhasil di ringkus oleh pihak kepolisian Polsek Hamparan Perak adalah Ilham Lubis (21) warga Jalan Marelan Gg.Keluarga Kelurahan Tanah 600 Kecamatan Medan Marelan dan Awaludin Aritonang (19) warga Jalan Rumah Potong Hewan Lingkungan 5 Kelurahan Mabar 9 Kecamatan.

Modus dari kedua tersangka tersebut adalah dengan cara mengikuti mobil jenis L 300 kap terbuka yang membawa beras dengan menggunakan sepeda motor.Lalu satu dari tersangka menaiki mobil tersebut dan menurunkan satu persatu barang curiannya kepada tersangka lainnya yang menunggu di sepeda motor. (Muhammad Azhari Tanjung)

Akhirnya, Agus Dijatuhkan Hukuman 20 Tahun penjara.

LABUHAN - Agus Setiawan terdakwa kasus pembunuhan yang membunuh dengan sengaja Sahrial, Jarwo Sampurno,dan Arman Efendi dengan cara menyiramkan bensin pada 22 januari lalu, dijatuhkan hukuman penjara selama 20 tahun oleh jaksa penuntut umum dalam lanjutan persidangan di Kejaksaan Negri Lubuk Pakam.Sabtu (20/11) .

Dalam persidangan tersebut jaksa penuntut umum, Eva Sitepu ,SH dan Lucas Sembiring , SH akhirnya menjatuhkan hukuman penjara selama 20 tahun terhadap Agus setiawan karena telah terbukti melanggar pasal 340 KUHP dan pasal 351 Ayat 2 KUHP.

Selain membunuh terpidana juga dengan sengaja melukai Guru Putra Panca dan Irfan Bahri dengan cara yang sama yaitu membakar kedua korban hingga mengalami luka bakar yang cukup serius hingga cacat..

Ketika  dikonfirmasi mengenai masalah tersebut, Kepala Cabang Kejaksaan Negri Lubuk Pakam Cabang Labuhan Deli, Hamdani membenarkan hasil persidangan tersebut. Dirinya juga mengatakan selama persidangan berjalan pihak keluarga korban terlihat puas atas putusan jaksa penuntut umum.

lebih lanjut dirinya menambahkan bahwa terpidana atas nama Agus setiawan memang benar telah di jatuhkan hukuman penjara 20 tahun oleh jaksa penuntut umum di persidangan Kejaksaan Negri Lubuk Pakam dan pihak keluarga korban terlihat puas atas hasil persidangan tersebut.

Dalam persidangan sebelumnya, senter dikabarkan bahwassnya Agus akan dijatuhkan hukuman mati. Namun dalam persidangan ini tuntutan dan fonis yang dijatuhkan lebih ringan (Muhammad Azhari Tanjung)

Kasihan Tiga Kali Lebaran Tak Dapat Daging Kurban

Marelan - Miris mendengarkan, keluhan beberapa ibu di yongpanah hijau Kelurahan labuhan Kecamatan Medan Marelan yang mengatakan tidak mendapatkan daging  qurban di hari raya idul adha.  Sudah beberapa kali lebaran idul adha mereka tidak mendapatkan daging kurban.

Ningsih (26) warga lingkungan VI yongpanah hijau mengatakan, sering kali mereka tidak mendapatkan daging kurban. Bahkan kejadian ini bukan hanya sekali mereka alami, disaat orang-orang lain mendapatkan daging kurban mereka hanya bisa gigit jari saya.

"Sudah sering kami tidak mendapatkan daging kurban, bahkan hampir setiap pelaksanaan pemotongan hewan kurban tidak pernah mendapatkan daging qurban," ucap ibu satu anak ini.

Ningsih menjelaskan, kejadian ini bukan hanya dirinya saja yang alami hampir semua masyarakat lingkungan VI tidak mendapatkan daging kurban.

Senada juga di ucapkan Nur Hayati (43) dirinya juga tidak mendaptkan daging kurban. Ia juga mengatakan bukannya dia orang senang, makanya tidak mendapatkan daging kurban.

"Sesekali kami juga pingin makan daging kurban, sudah dua kali lebaran haji tidak kunjung juga mendapatkannya," ucapnya.

Sementara itu ketika Tribun kerumah Rohim  kepala lingkungan(Kepling)  VI dirinya tidak ada di tempat dan hanya ada istrinya.

Istrinya mengakui bahwasannya banyak masyarakat lingkungan VI yang tidak mendapatkan daging kurban. Waktu pelaksaanaan kurban kemarin (17/11) suaminya hanya membawa 17 bungkus dari kecamatan marelan.

"Ya cemanalah, cuma ada 17 bungkus yang dibawa bapak sedangkan ada 250 kepala keluarga (KK), bisa adik bayangkan bayak masyarakat yang tidak mendapatkan daging kurban," ucap bu rahim

Dirinya juga mengatakan, bahwasannya dirinya saja karena suaminya ikut panitia kurban di keluarahan, kalau tidakpun dirinya tak dapat pembagian hewan kurban.

Sementara itu Ketua MUI Kota Medan M Hatta ketika di konfirmasi banyaknya masyarakat yongpanah hijau yang tidak mendapat pembagian hewan kurban terkejut. Seyogyanya sambungnya, masyarakat minkin dan kaum dhuafa mendapat perhatian yang khusus dari pemerintah.

"Bagaimana bisa,seharusnya pembagian hewan qurban tersebut transpan sehingga dpat diketahui masyarakat mana saja yang tidak mendapat pembagian hewan qurban," sebutnya.

Sedangkan Syafruddin ketua presedium medan utara, menyayangkan banyaknya masyarakat yang tidak mendapatkan hewan qurban. padahal Rahudman mengatakan akan memberikan prioritas pembangunan terhadap medan utara, namun masih ada juga untuk qurban masyarakat yang tidak mendapatkannya.

"Kalau dipikir-pikir dimana niat pemko medan yang katanya mau memperioritaskan masyarakat medan utara, kalau untuk ini saja masih keteteran," ucapnya.

Dirinya juga tidak bisa menyalahkan masyarakat sekitar yang tidak bekurban, karena kehidupan masyarakat di yongpanah hijau sendiri merupakan masyarakat yang tidak mampu. "Kehidupan masyarakat disana mengantungkan hidup terhadap hasil laut, ya kalau ombak bagus makanmereka, kalau tidak ya tidak makan," ucapnya.

Sementara itu HUmas Pemko Medan Anas Hasibun ketika di konfirmasi via telepon mengatakan, bahwasannya pembagian hewan qurban sudah diratakan dari pemko medan dan dirinya sendiri tidak mau berkomentar banyak terkait hal tersebut.

"untuk medan utara sendiri pemko medan sudah membagikan 15 ekor lembu, untuk kelurahan Medan Marelan mendapat jatah empat ekor. Ya berarti yang dipertanyakan pihak kelurahan dan kecamatan tentang pembagian hewan kurban kenapa masih banyak masyarakat yang tidak terbagi," ucapnya mengakhiri perbincangan (Muhammad Azhari Tanjung)

Pandai Secara Otodidak

ADA cerita dibalik cerita. Perayaan Hari Raya Idul Adha, selalu identik dengan pembagian daging hewan kurban bagi kaum dhuafa yang berhak menerimanya. Namun, satu kisah menarik disimak. Kisah sang 'penjagal', alias orang yang melakukan penyembelihan terhadap hewan kurban.

Ternyata, menyembelih hewan kurban tak bisa sembarangan. Ada berbagai macam syarat yang harus dipenuhi. Seperti persyaratan adap penytembelihan hewan qurban.

Suhaimi seorang pria 35 -an tahun, yang sudah melakukan aktifitas penyembelihan hewan qurban 10 tahun belakangan ini. Saat tribun melihatnya sedang menyembelih hewan qurban di masjid raya Al Oesmani di labuhan, dirinya tampak begitu santai melakukan aktifitasnya.

"Saat ini saya mendapat pesanan menyembelih hewan qurban di dua tempat, makanya saya tadi sedikit telat ke masjid al oesmani ini," sebutnya.

Sebelum menyembelih di masjid  yang dibangun oleh Sultan Osman Perkasa ini, dirinya menyembelih hewan qurban di masjid labuhan.

Ia mengatakan, tidak ada sekolah untukk mempelajari keahlian menyembelih hewan qurban. Yang hanya di butuhkan dalam penyembelihan hewan qurban sambungnya, selain mengetahui adap penyembelihan sesuai syariat adalah keberanian.

"Semua orang bisa pada dasarnya menyembelih hewan,  hanya saja apakah dia berani atau tidak," ucapnya.

Keahlian menyembelih hewan qurban ini dipelajarinya, karena dirinya merupakan najir masjid dan aktif ikut pengajian. Lama-kelamaan dirinya memberanikan diri menyembelih hewan.

"Bisa di bilang kemampuan saya ini didapat secara otodidak," sebutnya

 Apa saja syarat menyembelih hewan kurban? "Pisau harus tajam. Ketika menyembelih harus menghadap kiblat, membaca nawaitu (niat) kurban itu untuk siapa dan lehernya harus putus," ucapnya

Sebelum memotong, seorang penyembelih juga harus mengetahui bagaimana teknik mengunci hewan yang akan disembelih agar tidak mengamuk. "Teknik menguncinya, dengan membanting. Itu pun nggak sembarangan membanting harus tahu tekniknya," ucapnya mengakhiri percakapan. (Muhammad Azhari Tanjung)

Mencincang Daging Qurban

MENCINCANG: Pantia qurban di Masjid Salam Belawan mencincang daging hewan qurban yang telah di sembelih pada pelaksanaan hari raya haji (M Azhari Tanjung)

Bersihkan Sepatu

SEPATU: Pengurus Masjid Raya Medan tengah membersihkan tumpukan sepatu yang dititipkan para jamaah yang menunaikan sholat Jumaat dengan upah sekedarnya.